Tigakumpulan sajak itu mencerminkan secara jelas pembaharuan yang dilakukannya terhadap puisi Indonesia modern. Sutardji selain menulis puisi juga menulis esai dan cerpen. Kumpulan cerpennya yang sudah dipublikasikan adalah Hujan Menulis Ayam (Magelang, Indonesia Tera:2001). Sementara itu, esainya berjudul Gerak Esai dan Ombak Sajak Anno 2001
Angkatan70-an diberi nama oleh Abdul Hadi W.M, dan Dami N. Toda. Dalam angkatan ini ada beberapa sastrawan yang membawa corak baru terhadap sastra Indonesia seperti Sutardji Calzoum Bachri yang mengenalkan puisi bercorak baru terhadap sastra Indonesia yaitu puisi mantra. Lahirnya angkatan ini di karenakan oleh anggapan sastrawan angkatan 70
KumpulanPuisi Sutardji Calzoum Bachri ANA BUNGA AYO BATU BAYANGKAN GAJAH DAN SEMUT JEMBATAN KUCING LA NOCHE DE LAS PALABRAS (EL DIARIO DE MEDELLIN) LUKA MANTERA NGIAU O PARA PEMINUM SEPISAUPI TANAH AIR MATA TAPI TRAGEDI WINKA & SIHKA WALAU ~~~~~ ANA BUNGA Terjemahan bebas (Adaptasi) dari puisi Kurt Schwittters, Anne Blumme Oleh :Berikutini saya hadirkan sepuluh proposisi di dalam "Kredo Puisi" dari penyair Sutardji Calzoum Bachri: 1. Kata adalah pengertian (makna) itu sendiri. 2. Kata bukanlah alat penyampai pengertian. 3. Dalam kehidupan sehari-hari kata cenderung menjadi alat penyampai pengertian. 4. Karena menjadi alat penyampai pengertian, maka kata punPuisi Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri) Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono) Puisi: Bunga Gugur (Karya W.S. Rendra) Puisi: Menyesal (Karya Ali Hasjmy) Puisi: Ibu (Karya Chairil Anwar) Puisi: Wong Jawa (Karya Suripan Sadi Hutomo) Puisi: Tanah Air (Karya Muhammad Yamin) Topik Bacaan Akuntansi. Android. Apartemen. SutardjiCalzoum Bachri dilahirkan pada tanggal 24 Juni 1943 di Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Beberapa karyanya adalah: 1. O (Kumpulan Puisi, 1973), 2. Amuk (Kumpulan Puisi, 1977), dan 3. Kapak (Kumpulan Puisi, 1979). Kumpulan puisnya, Amuk, pada tahun 1976/1977 mendapat Hadiah Puisi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Republik Chairil Anwar yang berjudul Karawang-Bekasi dan Diponegoro, dan Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul Tanah Air Mata. Kelima puisi ini menggambarkan bagaimana penyair menekankan pentingnya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia. .